Lompat ke isi

Teater Masuk Kurikulum Sekolah, Seniman Gembira

Juni 13, 2009

Kelompok seniman di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, menyambut gembira atas rencana pemerintah memasukkan seni teater ke dalam kurikulum sekolah menengah.

“Saya yakin dengan masuknya seni teater ke dalam kurikulum sekolah, seni panggung akan semakin dikenal oleh putra-putri kita,” kata Rudi, seorang seniman di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (2/6). Rudi optimistis, dengan cara seperti itu, generasi yang akan datang akan lebih mencintai dan menghargai budayanya sendiri.

“Meskipun rencananya baru dimulai dari sekolah menengah pertama (SMP), tetapi setidaknya seni akan semakin dikenal oleh putra-putri kita karena selama ini banyak yang tidak mengetahui budaya sendiri,” ujar seniman angkatan 1970-an itu.

Sementara itu, menurut Jose Rizal Manua, pengajar di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang juga perumus kurikulum seni teater itu mengatakan, sungguh tidak adil bangsa yang kaya ini tidak menghargai budayanya sendiri. Padahal, katanya, kesenian dan budaya merupakan salah satu dari tiga komponen bangsa Indonesia untuk dikenal oleh bangsa lain.

“Tetapi syukurlah, mulai 2010 nanti kesenian sudah menjadi salah satu mata pelajaran sekolah,” kata Jose.

Untuk tingkat sekolah dasar (SD), kurikulum yang akan masuk baru pada seni keterampilan, seni rupa, seni tari, dan seni musik. Adapun seni teater baru diberikan kepada siswa-siswi SMP dan SMA.

Jose menambahkan, saat ini tim yang dibentuk oleh pusat pembukuan sedang melakukan perbaikan pada kurikulum seni yang sebelumnya ditemukan beberapa kekurangan. “Perbaikan yang diharapkan adalah agar siswa lebih aktif dan kreatif dalam mata pelajaran seni teater,” ujarnya.

Menurut Jose, salah satu penyebab semakin berkurangnya budi pekerti pada anak-anak didik akhir-akhir ini karena memang kurang mengenal budayanya sendiri. Oleh sebab itu, masuknya seni ke dalam kurikulum sekolah diharapkan mampu “mendongkrak” kembali kecintaan generasi muda terhadap budi pekerti dan mencintai budaya sendiri.

LTF
Sumber : Antara

2 Komentar leave one →
  1. Juni 13, 2009 8:26 am

    tp di ktsp udah masuk tow?? di mapel seni budaya… pa teater itu asli budaya kita?

  2. limbok permalink
    Juni 21, 2009 4:17 am

    teater terbagi menjadi berbagai bentuk….aliran tradisional dan modern….ketoprak, ludruk wayang orang merupakan bagian teater yang beraliran tradisional…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.